Pesantren Al-Mujaddid Sabang Sebagai Banteng Pertahanan Nilai Islam Di Pulau Sabang

Pesantren Al-Mujaddid Sabang Sebagai Banteng Pertahanan Nilai Islam Di Pulau Sabang

Pimpinan Pesantren Terpadu Al-Mujaddid, Ust.Irsalullah Yusuf S.Th.I pada momen Pembukaan Lomba Perkemahan Penggalang Penegak LP3 Ke VIII 2022 dalam sambutannya menyebutkan bawah Pesantren Terpadu Al-Mujaddid Kota Sabang didirikan atas inisiasi oleh alm. Drs. Sofyan Harun yang pada saat itu menjabat sebagai walikota sabang era tahun 2000 selanjutnya diremsikan oleh Mentri PU dibawah kabinet presiden Gus Dur pada tahun 2002


Drs.Suraji Yunus sebagai Sekretaris Daerah pada saat itu juga ikut berkontribusi ide dan fikiran terhadap pendirian dan pengembangan pesantren Almujaddid.


Nama Al-Mjaddid diberikan oleh alm. Drs. Zulkifli Hasan pada saat itu menjabat sebagai kepala BAPEDA kota Sabang.  Al-Mujaddid bermakna pembaharu


Pendirian Pesantren Terpadu Al-Mujaddid memiliki visi besar yaitu menjadi benteng untuk mempertahankan nilai dan budaya yang tergerus dari akulturasi budaya asing yg dibawa oleh paraa wisatawan asing.


Pulau Sabang yang merupakan salah satu destinasi terfavorit di Aceh yang selalu ramai dikunjungi oleh wistawan lokal dan manca negara sejatinya mendapati konsekwensi besar terhadap pergeseran budaya.


Pesantren Al-Mujaddid tumbuh berkembang menjadi lembaga pendidikan islam modern yang mampu menjawab tantangan zaman. Pesantren yang berada kepulauan wisasta ini menitikberatkan santr dan santriwatinya pada penguasaan bahasa asing yaitu Bahasa Arab, Inggris dan Mandarin.


Dalam perjalanannya sebagai lembaga pendidikan pada 2003 sempat mengalami kemajuan yang pesat selama tiga tahun, namun pada tahun berikutnya  Pesantren Al-Mujaddid harus ditutup disebabkan terjadi problematikan internal.


Di tahun 2007 Pesantren Al-Mujaddid diserahkan hak pengelolaannya secara resmi kepada Ikatan Alumni Gontor IKPM Cabang Aceh yang pada saat itu diterima oleh Ust. Fakhruddin Lahmuddin yang selanjutnya Pesantren ini langsung dikelola oleh Ust.Sayed Nazar, Ust.Irsalullah dan Ust.Ifan Syafiuddin. 


Pesantren Al-Mujaddid seperti terlahir kembali dan melebarkan sayap pada perkembangan dan kemajuan dibawah kepemimipinan alumni-alumni gontor hingga saat ini kepemipinan Pesantren Al-Mujaddid dinahkodai Ust. Irsalullah dan Ust.Ifan Syafiuddin bersama dengan para guru pendidik alumni dari berbagai Pondok Pesantren di Aceh dan luar Aceh.  


Pada saat ini,  Pesantren Al-Mujaddid memiliki santri dan santriwati berjumlah 480 orang yang berasal dari sejumlah daerah di wilayah Aceh, bahkan terdapat peserta didik dari luar Aceh. Pesantren Al-Mujaddid memiliki tiga jenjang akademik yaitu TPA, SMP dan SMA, selanjutnya pada tahun 2023 akan dibuka Pondok Tahfiz Quran yang berlokasi di Gampong Cot Abeuk. 


Setiap tahun ajaran Pesantren Al-Mujaddid mengalami penambahan peserta didik, untuk menyanggupi segala kebutuhan dalam meningkatkan mutu pendidikan dengan menyelenggarakan berbagai disiplin ilmu dan ektraskurukuluer. Pesantren Al-Mujaddid berupaya menambah perluasan lahan.


Tahan yang difungsikan sebagi tapak perkemahan LP3 yang ditempati ratusan santri saat ini berkemah seluas 532.000 meter sedang dalam proses penggalangan dana Waqaf dengan harga per meter 200.000,- pada saat ini donasi terkumpul 400juta rupiah, jumlah tersebut belum mencukupi.


Diharapkan, lahan tersebut akan dipergurnakan untuk pembangunan asrama santriwati Pesantren Al-Mujaddid 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama